Alasan Keamanan, Registrasi SIM Card Bakal Pakai Biometrik

Alasan Keamanan, Registrasi SIM Card Bakal Pakai Biometrik

Keberadaan smartphone tanpa adanya SIM card tentunya percuma, karena tak akan bisa digunakan untuk menunjang kegiatan apapun. Apalagi belakangan SIM card ini sudah menjadi indentitas yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam memanfaatkan berbagai macam aplikasi sampai dengan dipakai sebagai sarana untuk membuat akun atau member di perusahaan-perusahaan digital. Hanya saja tidak jarang diantaranya faktor keamanan yang masih riskan sering kali dijadikan sebagai alasan masyarakat enggan memanfaatkannya.

Bahkan ada banyak sekali diantara nomor-nomor tidak dikenal yang bisa mengirimkan pesan penipuan, hingga dalam bentuk sambungan telepon, hal ini tentunya sangat membahayakan bagi Anda bukan. Atas tindakan-tindakan kejahatan tersebut maka tidak dapat dipungkiri jika seandainya pemerintah selalu menerapkan sistem baru untuk meningkatkan keamanan penggunanya, seperti diantaranya adalah beberapa tahun lalu Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI menerapkan pendaftaran kartu seluler dengan mengharuskan menyertakan nomor Kartu Keluarga dan juga KTP yang dimiliki.

Hanya saja ternyata cara tersebut belum terbukti efektif untuk menekan angka kejahatan yang dilakukan lewat telepon, masih sering kali banyak tindak penipuan lewat sambungan telepon atau SMS yang tidak jelas. Melihat kondisi tersebut, bahkan belakangan juga ada kasus Ilham Bintang yang kebobolan uang sampai milyaran rupiah hanya dengan mengandalkan perangkat telekomukasi, maka akan ada aturan baru yang diterapkan. Diantaranya adalah registrasi kartu SIM dengan mengandalkan sistem biometrik.

Karena menurut Komisioner Bidang Hukum BRTI sendiri, dengan menggunakan aturan lama yaitu dengan nomor KK ataupun juga KTP, mungkin pada pendaftarannya bisa menggunakan data dari orang lain, bukan miliknya sendiri, sehingga tetap akan sulit untuk dilacak siapa pelakunya. Tentunya rencana baru registrasi kartu SIM dengan menggunakan biometrik ini sudah mulai dibahas dengan operator telekomunikasi. Dengan adanya sistem biometrik ini, maka nantinya seseorang yang ingin melakukan pendaftaran kartu SIM hanya bisa dengan menggunakan datanya sendiri, tidak bisa pakai data orang lain. Karena memang menggunakan wajah maupun sidik jari yang tidak dapat ditukar dengan orang lain.

Hanya saja memang masih menjadi pertanyaan apakah sistem biometrik ini nantinya bisa diterapkan di Indonesia ataukah tidak, mengingat jumlah penduduk yang ada di Indonesia sangat banyak dan pastinya juga cukup repot jika seandainya harus registrasi ulang dengan menggunakan biometrik. Ditambah lagi pada dasarnya banyak diantara masyarakat yang tidak ingin ribet jika harus mendaftar kartu SIM. Begitu juga dengan melihat operator selulernya, belum tentu semuanya mau diajak untuk bekerjasama.

Pastinya tetap ada konsekuensi dari operator seluler yang pada dasarnya ingin menawarkan produknya, jika banyak yang merasa hal ini terlalu ribet, tentunya masyarakat sendiri juga enggan untuk beralih menggunakan layanan dari operator yang lain bukan. Belum lagi ditambah dengan kondisi daerah yang mendapatkan sinyal internet secara kuat tentu belum sepenuhnya, sehingga belum bisa mendapatkan otentikasi biometrik.

Hanya saja rencana tersebut tetap ingin dijalankan pada tahun ini, apalagi melihat dari arus perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, tidak memungkiri jika masyarakat sendiri juga memerlukan keamanan yang lebih terjamin. Karena sekarang kartu SIM sudah bisa digunakan sebagai akun membuat dompet digital, dimana tentunya Anda menyimpan uang secara virtual disana, belum dengan akun-akun penyimpanan uang berbasis online yang lainnya, tentu akan sangat merugikan jika sampai kebobolan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab bukan.

No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website

x Logo: Shield
This Site Is Protected By
Shield